Mikroplastik Kini Jadi Sorotan, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Table of Contents


JABARNESIA - Isu mikroplastik dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian global, terutama setelah berbagai penelitian menemukan partikel plastik berukuran sangat kecil di dalam tubuh manusia.

Padahal, plastik sendiri sudah digunakan secara massal sejak awal abad ke-20. Material ini berkembang pesat setelah Perang Dunia II karena dinilai murah, ringan, tahan lama, dan praktis untuk kebutuhan industri pangan serta minuman.

Pada masa itu, perhatian publik lebih banyak tertuju pada persoalan sampah plastik di lingkungan. Dampaknya terhadap kesehatan manusia belum menjadi fokus utama penelitian.

Kini situasinya berubah. Para ilmuwan menemukan bahwa plastik yang terurai tidak benar-benar hilang, melainkan berubah menjadi mikroplastik, yaitu partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter. Bahkan terdapat nanoplastik yang ukurannya jauh lebih kecil dan dapat menembus jaringan biologis tubuh manusia.

Berbagai studi terbaru menemukan mikroplastik di darah, paru-paru, plasenta ibu hamil, hingga jaringan otak manusia. Pada 2024, jurnal Nature Medicine mempublikasikan riset mengenai akumulasi mikroplastik pada pembuluh darah pasien aterosklerosis yang dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kardiovaskular.

Selain partikel plastiknya, para peneliti juga menyoroti kandungan bahan kimia tambahan dalam plastik seperti BPA, ftalat, dan PFAS yang dapat terlepas akibat panas maupun degradasi alami.

Paparan zat-zat tersebut dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan gangguan hormon, metabolisme, hingga potensi peningkatan risiko penyakit tertentu. Endocrine Society menyebut persoalan bahan pengganggu hormon sintetis kini menjadi perhatian kesehatan global.

Mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, dan udara. Air minum kemasan, makanan laut, debu rumah tangga, hingga udara perkotaan disebut menjadi jalur paparan yang paling umum.

Meski demikian, para ilmuwan menegaskan penelitian mengenai dampak jangka panjang mikroplastik terhadap manusia masih terus berkembang. Karena itu, pendekatan yang saat ini didorong lebih kepada prinsip kehati-hatian dengan mengurangi paparan plastik berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.


Post a Comment