Jabar Targetkan 3.600 Koperasi Merah Putih Rampung Akhir Juli 2026
![]() |
| Koperasi Desa Merah Putih Sukasari, salah satu yang jadi percontohan di Karawang, Jawa Barat, Kamis (16/10/2025).(KOMPAS.COM/FARIDA) |
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembentukan seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jawa Barat rampung pada akhir Juli 2026. Target tersebut mencakup sekitar 3.600 unit koperasi yang akan dibentuk di tingkat desa dan kelurahan sesuai arahan Presiden RI.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan keberadaan KDKMP diharapkan menjadi pusat pelayanan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok dan distribusi komoditas strategis.
Menurutnya, kehadiran koperasi tersebut di tingkat desa dan kelurahan akan mempermudah masyarakat dalam memperoleh bahan pangan maupun energi sehingga distribusi kebutuhan dasar menjadi lebih merata.
“Jadi tidak ada lagi ke depan alasan masyarakat sulit mendapatkan gas LPG, sulit membeli beras dan lain sebagainya,” ujar Erwan saat mengikuti secara daring peluncuran 1.061 titik KDKMP wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dari KDKMP Desa Cilame Perum, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto menilai peresmian operasional 1.061 koperasi tersebut merupakan langkah besar yang belum tentu pernah dilakukan negara lain.
Prabowo menegaskan koperasi yang diresmikan tidak hanya bersifat konseptual, melainkan telah dilengkapi sarana operasional pendukung mulai dari gedung, gudang, sistem distribusi, hingga armada logistik.
“Gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada, ada truk, ada pick up, ada kendaraan roda tiga,” katanya.
Ia juga mengapresiasi percepatan pembangunan koperasi yang disebut berhasil diwujudkan dalam waktu kurang dari satu tahun.
Presiden menyebut, berdasarkan laporan Menko Pangan, saat ini lebih dari 9.000 koperasi secara fisik telah siap beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional bagi sekitar 280 juta penduduk.

Post a Comment