Firoos, Siswa SMP Masuk Hall of Fame NASA Diapresiasi Kepala BRIN Arif Satria

Table of Contents

 

Kepala BRIN Arif Satria memberikan hadiah apresiasi berupa tablet premium kepada Firoos Ghatfaan Ramadhan. (Istimewa)

JAKARTA — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Seorang siswa kelas 8 SMP, Firoos Ghathfaan Ramadhan (14), mendapat pengakuan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah berhasil menemukan celah keamanan dalam sistem mereka.

Atas capaian tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, memberikan apresiasi langsung berupa tablet premium. Penyerahan dilakukan di SMP IT Aalamy Subang, Jawa Barat, Kamis (30/4), bertepatan dengan kunjungannya dalam agenda kegiatan di wilayah tersebut.

Penghargaan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap generasi muda yang menunjukkan kapasitas di bidang sains dan teknologi, khususnya keamanan siber.

Dalam keterangannya, Arif mengungkapkan bahwa Firoos berhasil masuk dalam daftar Hall of Fame NASA setelah menemukan celah pada tautan eksternal sistem lembaga tersebut. Temuan itu kemudian dilaporkan secara bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem.

“Firoos berhasil menemukan celah pada tautan eksternal NASA dan melaporkannya dengan baik. Ini yang membuatnya mendapatkan pengakuan internasional,” ujar Arif.

Ia menekankan bahwa sikap Firoos yang memilih jalur etis dalam menangani temuannya menjadi poin penting. Menurutnya, kemampuan teknis tanpa integritas justru berpotensi menimbulkan dampak negatif.

“Yang patut dicontoh adalah bagaimana temuan tersebut tidak disalahgunakan, melainkan disampaikan untuk perbaikan sistem. Ini menunjukkan karakter yang kuat,” lanjutnya.

Arif juga menyebut bahwa Firoos tidak hanya menemukan celah pada sistem NASA, tetapi juga pada sejumlah institusi lain, termasuk di Indonesia. Namun, seluruh temuan tersebut dilaporkan sebagai masukan konstruktif, bukan untuk kepentingan pribadi.

Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi Firoos untuk terus mengembangkan kemampuannya. Di sisi lain, BRIN menilai pentingnya membangun ekosistem yang mendukung lahirnya talenta-talenta muda di bidang riset dan inovasi.

“Kami berharap ini menjadi awal dari perjalanan panjang Firoos untuk terus berkarya dan memberi manfaat lebih luas,” kata Arif.

Capaian ini menjadi sinyal bahwa potensi generasi muda Indonesia di bidang teknologi, khususnya keamanan siber, tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan dukungan yang tepat, bukan hal yang sulit bagi mereka untuk bersaing di tingkat global.

Post a Comment