Direktur PT BLST Luhur Budijarso, Dorong Model MBG Berbasis Ekosistem Pangan dari IPB University
![]() |
| Direktur PT Bogor Life Science and Technology (BLST) Luhur Budijarso, di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/6/2025)(KOMPAS.com/SANIAMASHABI) |
BOGOR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak cukup hanya mengandalkan dapur dan distribusi makanan. Di balik program nasional tersebut, diperlukan sistem pangan yang kuat, rantai pasok yang stabil, serta keterlibatan masyarakat lokal agar program dapat berjalan berkelanjutan.
Gagasan itu yang kini didorong Direktur PT Bogor Life Science and Technology (BLST), Luhur Budijarso, melalui pengembangan model Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbasis inovasi dan ekosistem pangan terintegrasi dari IPB University.
PT BLST merupakan perusahaan induk IPB University berbasis inovasi dan kepakaran yang berada di kawasan Science Techno Park IPB University. Perusahaan ini mengambil peran dalam pengembangan model implementasi MBG yang tidak hanya fokus pada penyediaan makanan, tetapi juga penguatan sistem pangan dari hulu hingga hilir.
Menurut Luhur Budijarso, model yang dikembangkan PT BLST diarahkan menjadi contoh pengelolaan MBG yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
“Harapan kami sederhana namun serius yaitu SPPG yang dikelola PT BLST ini dapat menjadi model yang bisa direplikasi secara nasional. Bukan hanya soal dapurnya, tapi kesempatan berkontribusi di lapangan dan mendukung keberhasilan program pemerintah,” ujarnya.
Saat ini PT BLST tengah menyiapkan dua dapur MBG di Kecamatan Ciampea dan Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Salah satu dapur bahkan disebut telah siap beroperasi dengan target awal melayani ribuan penerima manfaat di wilayah sekitar.
Namun yang menjadi pembeda, pendekatan PT BLST tidak berhenti pada pembangunan dapur umum. Mereka juga membangun rantai pasok pangan yang melibatkan petani, peternak, koperasi, hingga pelaku usaha pangan lokal agar menjadi pemasok yang terstandar dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya membangun dapur, kami membangun rantai pasoknya,” kata Luhur.
Melalui pendekatan tersebut, inovasi yang selama ini berkembang di lingkungan IPB University, mulai dari varietas pangan lokal unggulan, formulasi menu gizi, hingga teknologi pengolahan pangan sederhana, diupayakan dapat diterapkan langsung dalam skala nyata.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa juga menjadi bagian dari sistem yang dibangun. Program pengabdian masyarakat, pelatihan, hingga riset pangan dijalankan secara simultan agar implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi berjalan langsung di tengah masyarakat.
Selain itu, PT BLST memastikan sistem keamanan pangan dalam pengelolaan MBG memenuhi prinsip ASUH atau Aman, Sehat, Utuh, dan Halal di bawah koordinasi Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan, dan Halal IPB. Audit internal dilakukan secara berkala dan dibuka untuk verifikasi publik.
Melalui model tersebut, PT BLST ingin memperlihatkan bahwa inovasi kampus tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga mampu menjadi solusi konkret dalam mendukung penguatan program pangan nasional dan pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Post a Comment