Usai Sepakati Sister City, Wali Kota Bekasi Menyiapkan Tenaga Kerja ke Jepang

Table of Contents

 
Simbol kerjasama resmi Wali Kota Isumizano Hiroyasu Chiyomatsu dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, April 2026 di Kota Isumizano (Istimewa/Humas Pemkot Bekasi)

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat langkah strategis dalam membuka peluang kerja internasional bagi masyarakat. Salah satu upaya yang tengah disiapkan adalah peluncuran program kursus bahasa asing gratis bagi warga sebagai bekal menghadapi pasar kerja global, khususnya ke Jepang. Program ini menjadi tindak lanjut dari kerja sama bilateral yang kini semakin serius terjalin antara Kota Bekasi dan Kota Izumisano, Prefektur Osaka, Jepang.

Kerja sama tersebut sejatinya telah mulai dirintis sejak pertengahan 2025, ketika Wakil Wali Kota Izumisano, Kuniaki Nishinou, melakukan kunjungan resmi ke Kota Bekasi selama tiga hari pada 23 hingga 25 Juli 2025. Dalam lawatan tersebut, Pemerintah Kota Izumisano bersama Pemkot Bekasi menjajaki berbagai peluang kolaborasi strategis di sejumlah sektor, mulai dari ketenagakerjaan, pendidikan, smart city, perdagangan, budaya, hingga pengelolaan lingkungan.

Wakil Wali Kota Izumisano, Kuniaki Nishinou saat mengunjungi Kota Bekasi yang dijamu oleh Wali Kota Bekasi, Kuniaki Nishinou, Juli 2025 (Istimewa/Humas Pemkot Bekasi)

Hubungan bilateral itu kemudian berlanjut pada April 2026 saat Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan kunjungan balasan ke Kota Izumisano, Jepang. Dari pertemuan tersebut, pembahasan kerja sama meningkat ke tahap yang lebih konkret hingga kedua belah pihak menyepakati pembentukan hubungan sister city sebagai bentuk kemitraan jangka panjang antarwilayah.

Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah pembukaan akses dan peluang kerja bagi tenaga kerja asal Bekasi untuk dapat bekerja di Jepang. Menurut Tri, Jepang melihat Bekasi sebagai daerah dengan potensi tenaga kerja produktif yang besar, sejalan dengan posisi Kota Bekasi sebagai kota penyangga utama Jakarta dengan populasi usia produktif yang terus tumbuh.

“Bekasi punya banyak SDM produktif, dan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi Izumisano untuk menjalin kerja sama dari sisi ketenagakerjaan,” ujar Tri.

Acara peresmian kerjasama Wali Kota Isumizano Hiroyasu Chiyomatsu dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, April 2026 di Kota Isumizano (Istimewa/Humas Pemkot Bekasi)

Meski peluang kerja terbuka lebar, Tri menilai kesiapan kompetensi masyarakat harus segera ditingkatkan, terutama dalam penguasaan bahasa asing dan sertifikasi kemampuan kerja. Untuk itu, Pemkot Bekasi berencana membuka pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Inggris gratis yang akan dilaksanakan setiap akhir pekan di kantor pemerintah daerah. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan bulan depan.

Menurut Tri, kemampuan bahasa menjadi syarat mendasar agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan diterima di lingkungan kerja internasional. Pemerintah pun ingin menghadirkan ruang belajar yang mudah diakses agar warga bisa mempersiapkan diri tanpa terkendala biaya.

Melalui program ini, Pemkot Bekasi berharap kerja sama sister city tidak berhenti sebatas seremoni diplomatik, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan akses kerja global dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Bekasi.

Post a Comment