Dari Jejak Kebaikan Menjadi Gerakan Sosial: Yayasan Andi Hakim Nasoetion Resmi Kick Off Program Kerja

Table of Contents


Foto bersama Kepengurusan Yayasan Andi Hakim Nasoetion (Jabarnesia)

KOTA BOGOR — Kepengurusan Yayasan Andi Hakim Nasoetion (AHN) menggelar acara Halal Bi Halal Lebaran 2026 sekaligus Kick Off Program Kerja Kepengurusan pada Minggu (5/4/2026) di Baranangsiang, Kampus IPB, Bogor. 

Kegiatan ini dihadiri seluruh pengurus yayasan dan menjadi penanda dimulainya langkah terstruktur dalam mengembangkan program sosial dan pendidikan yang berakar dari nilai-nilai almarhum Prof. Andi Hakim Nasoetion.

Ketua Dewan Pembina Yayasan AHN, Prof. Agus Buono, menjelaskan bahwa embrio yayasan berawal dari inisiatif sederhana para murid saat Prof. Andi sakit. Dana yang terkumpul kemudian dititipkan keluarga untuk dilanjutkan sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang mengalami kesulitan biaya maupun tempat tinggal.

“Dari kebiasaan kecil membantu, tumbuh sesuatu yang lebih besar. Ketika donatur semakin banyak dan partisipasi meluas, diperlukan wadah resmi agar pengelolaan lebih transparan dan profesional,” ujar Agus.

Ia menegaskan, tujuan utama yayasan bukan sekadar menyalurkan bantuan finansial, tetapi mewariskan cara berpikir dan nilai kehidupan Prof. Andi. Saat ini, program difokuskan pada pemberian beasiswa bagi mahasiswa IPB, dengan rencana ekspansi ke tingkat nasional, termasuk menyasar pendidikan dasar dan program pembinaan karakter.

Ketua Yayasan AHN, Amir Toha, menambahkan bahwa dana awal yayasan berasal dari santunan duka saat wafatnya Prof. Andi pada Maret 2002. Awalnya, bantuan diberikan secara sederhana kepada dua hingga tiga mahasiswa. Momentum penting terjadi saat pandemi, ketika pertemuan virtual mempertemukan kembali para murid dari berbagai daerah dan memicu gelombang donasi yang signifikan.

“Dari situ kami sadar, inisiatif ini harus dilembagakan agar berkelanjutan,” kata Amir.

Ketua Yayasan AHN, Amir Toha, saat memberikah pengarahan kepada tim pengurus (Jabarnesia)

Putri Prof. Andi, Andini Nauli Nasution, menekankan bahwa esensi yayasan terletak pada upaya menjaga nilai hidup sang ayah. Menurutnya, Prof. Andi meyakini bahwa keberhasilan seseorang tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari banyak pihak yang membuka jalan.

“Itulah mengapa beliau selalu membantu orang lain, sekecil apa pun. Ada kesadaran untuk membalas kebaikan hidup dengan membuka jalan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Yayasan AHN juga membawa visi pendidikan yang inklusif dan membumi. Jejak pemikiran Prof. Andi tidak terbatas pada perguruan tinggi, tetapi juga mencakup perhatian terhadap pendidikan vokasi serta pencarian potensi anak-anak di berbagai daerah.

Melalui kick off ini, yayasan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberi, tetapi membentuk karakter penerima manfaat. Mahasiswa penerima beasiswa diharapkan menyelesaikan studi tepat waktu dan mengabdikan ilmunya bagi masyarakat. Lebih jauh, mereka diharapkan melanjutkan estafet nilai dengan menjadi “pembuka jalan” bagi orang lain.

Acara ini menjadi titik awal konsolidasi gerakan yang berangkat dari keteladanan personal, menuju sistem yang lebih terorganisir, dengan harapan nilai-nilai kebaikan tersebut terus hidup dan meluas lintas generasi.

Prof Andi Hakim Nasoetion (Arsip Museum IPB)

Sekilas Tentang Profil Andi Hakim Nasoetion

Prof. Andi Hakim Nasoetion dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pendidikan tinggi Indonesia. Sebagai Rektor IPB pada periode 1978–1982 dan 1983–1987, ia merupakan penggagas sistem PMDK dan SKS, dua terobosan yang membuka akses lebih luas bagi anak-anak daerah untuk masuk perguruan tinggi serta memberi fleksibilitas mahasiswa dalam mengatur masa studi. Ia juga dikenal sebagai “Bapak Statistika Indonesia”.

Meski berstatus ilmuwan bertaraf internasional, kehidupannya dikenal sederhana dan dekat dengan masyarakat. Ia aktif menulis sains dengan bahasa populer agar mudah dipahami publik. Namanya kini diabadikan menjadi Gedung Rektorat IPB serta nama jalan di Kota Bogor dan Kota Mandailing Natal.

Kontak Yayasan: yayasan.andihakim@gmail.com

(Red.)

Post a Comment